Untuk sebagian besar proyek di studio, Postgres cover hampir semua kebutuhan: transactional, analytical, queue, search, bahkan vector lewat pgvector.
Kapan itu mulai gak cukup? Tiga sinyal yang biasanya muncul.
Pertama, write contention di hot table. Kedua, query OLAP yang ngabisin CPU yang dipake transactional workload. Ketiga, vector search ke jutaan embedding — pgvector masih jalan, tapi cost-per-query mulai gak nyaman.
Kalau ketemu salah satunya, kami tambah specialized store untuk sinyal itu — Redis queue, Clickhouse OLAP, vector DB dedicated — tapi cuma untuk satu sinyal. Sisanya tetep di Postgres. Default tetep simple.